Di bisnis multi-cabang, pertanyaan yang paling sering muncul adalah soal stok. Barang di cabang A ternyata habis, padahal di gudang masih banyak. Cabang B menumpuk barang yang jarang laku. Penjualan harian dari kasir baru direkap sore hari, sehingga angka stok selalu tertinggal dari kenyataan.
Akar masalahnya biasanya sama: kasir dan gudang bekerja di sistem yang berbeda. CNERSIA menyatukan keduanya, sehingga penjualan di cabang dan stok di gudang bergerak dalam satu alur data.
Setiap penjualan di kasir langsung memengaruhi stok
Saat kasir di cabang menyelesaikan transaksi lewat POS, stok barang di cabang tersebut berkurang secara otomatis. Tidak ada rekap manual di akhir hari dan tidak ada input ulang oleh tim gudang. Setiap transaksi tercatat lengkap dengan cabang, waktu, kasir, dan barang yang terjual.
Stok dikelola per cabang dan per gudang
Setiap cabang punya stoknya sendiri, dan gudang pusat punya stok tersendiri. Dengan begitu, pimpinan dan tim gudang dapat melihat:
- Sisa stok setiap barang di setiap lokasi
- Barang yang menipis di cabang tertentu
- Barang yang menumpuk di satu lokasi, padahal dibutuhkan di lokasi lain
- Riwayat keluar masuk barang per cabang
Pengisian stok cabang dari gudang
Ketika stok di cabang mendekati batas minimum, tim gudang dapat memproses pengiriman barang dari gudang pusat ke cabang. Perpindahan ini dicatat sebagai transfer stok: stok gudang berkurang, stok cabang bertambah setelah barang diterima. Jika ada selisih antara jumlah yang dikirim dan yang diterima, perbedaannya langsung terlihat dan bisa ditelusuri.
Pembelian ke pemasok berdasarkan data nyata
Karena stok gudang dan cabang terlihat dalam satu sistem, kebutuhan pembelian bisa ditentukan dari data penjualan dan stok yang sebenarnya, bukan perkiraan. Pesanan ke pemasok dibuat lewat modul Purchase, dan saat barang diterima di gudang, stok bertambah otomatis.
Stok opname per cabang
Opname dapat dilakukan per cabang dan per gudang secara bergilir. Hasil hitungan fisik dibandingkan dengan stok di sistem, lalu selisihnya disesuaikan dan tercatat. Cara ini lebih ringan daripada menghitung seluruh lokasi sekaligus, dan penyebab selisih masih mudah dilacak.
Laporan dan pembukuan otomatis
Data penjualan dan pergerakan stok dari setiap cabang mengalir ke modul Accounting sebagai jurnal otomatis. Hasilnya, tersedia:
- Laporan penjualan per cabang, per produk, dan per periode
- Nilai persediaan di setiap gudang dan cabang
- Laporan keuangan yang bersumber dari data yang sama dengan yang dipakai kasir dan gudang
Manfaat bagi bisnis multi-cabang
- Stok lebih akurat: penjualan dan stok selalu sinkron
- Pengisian stok lebih tepat: cabang tidak kehabisan barang, gudang tidak menumpuk
- Pemantauan lebih mudah: semua cabang terlihat dari satu tempat
- Selisih mudah ditelusuri: setiap perpindahan dan penjualan tercatat
- Pencatatan lebih ringan: tidak ada rekap manual antara kasir, gudang, dan keuangan
Langkah memulai
Awali dengan menyusun daftar produk dan stok awal di setiap gudang dan cabang. Setelah itu, atur batas minimum stok untuk barang yang cepat laku, dan biasakan setiap perpindahan barang dicatat lewat sistem. Semakin disiplin pencatatan sejak awal, semakin bisa dipercaya angka stoknya.
Menghubungkan POS multi-cabang dengan stok gudang berarti memastikan setiap penjualan, pengiriman, dan penerimaan barang tercatat dalam satu alur yang sama. Dengan CNERSIA, tim kasir, gudang, pembelian, dan keuangan membaca angka yang sama, sehingga bisnis dengan banyak cabang tetap bisa dikelola dengan rapi.